news


Hari pertama sekolah dimulai pada Senin, 15 Juli 2019 diawali dengan upacara bendera yang menandai dibukanya masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi kelas 7. Dalam sambutannya Kepala Sekolah SMP Stella Duce 2 Yogyakarta Stefanus Teguh Raharjo, S.Pd. menyatakan bahwa sekolah merupakan jawaban dari tuntutan kebutuhan yang semakin hari semakin besar. Pada era sekarang berbeda dengan pada zaman dahulu persaingan semakin berat. “ ... jika dahulu jenjang pendidikan SMA sudah cukup, sekarang sudah tidak cukup untuk masuk dunia kerja... karena tuntutan yang semakin tinggi”.
Hari ke dua MPLS diwarnai dengan kegiatan yang dilakukan di Aula yaitu go green School dan Eco-Brick untuk kelas 7. Kegiatan yang dipimpin oleh Evi Lianawati, S.Pd. atau Ibu Ester, berlangsung sekitar satu setengah jam mulai pukul 07.00 – 08.30. Kegiatan ecobrick diharapkan menjadi satu kegiatan yang akan mewarnai kegiatan sekolah tahun ini. Salah satu manfaaat yang bisa langsung dirasakan oleh sekolah adalah pemanfaatan sampah dari barang barang yang terbuat dari plastik sehingga bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna yaitu semacam batu bata yang bisa digunakan menjadi pengganti batu bata dari tanah. Bisa juga menjadi satu bentuk tempat duduk ataupun meja atau hiasan yang lainnya.
Kegiatan selama masa MPLS hari ke tiga adalan senam, dan apel pagi untuk kelas 7. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemberian materi MPLS di kelas melanjutkan kegiatan pada hari hari sebelumnya. Ada yang khusus pada hari ke tiga ini yaitu pemberian materi tentang penyuluhan kesehatan dari pihak Puskesmas Mantrijeron. Kegitan pemberian materi dari Puskesmas ini dilakukan dalam rangka memberikan penyuluhan kepada siswa baru tentang pola makan sehat, dan pemberian bantuan berupa vitamin penambah stamina yang akan diterima oleh siswa kelas 7 setiap hari. Pemberian materi kesehatan dilaksanakan oleh Ibu Betti dan Neni sebagai petugas dari Puskesmas. Agak disayangkan bahwa metode pemberian penyuluhan kurang begitu menarik perhatian siswa. Sejauh yang bisa dipantau sekilas terlihat beberapa siswa kurang antusias untuk mengikuti penyuluhan, beberapa sumber menyarankan agar ada metode yang tepat untuk memberikan penyuluhan kepada para siswa kelas 7, mengingat bahwa materi yang diberikan sebenarnya sangat menarik, dan diperlukan siswa.